My Diary.
to Share my Life Events

Ujian Nasional? Pemerintah Gagal, Saya Berhasil!


Ujian Nasioanal atau mungkin ada yang menyebut  Uji Nyali adalah test bagi anak – anak kelas 6, 9 , dan 12 untuk menentukan mereka bisa lulus atau tidak untuk satuan pendidikan yang mereka tempuh. Mengapa di awal saya bilang UN = Uji Nyali? Kata Uji Nyali tersebut banyak di katakan oleh siswa – siswi yang takut untuk menghadapi  UN dan mereka yang mungkin belum ada persiapan untuk menghadapi UN.
Saya sudah 2x merasakan UN, dan UN keduanya gagal bagi pemerintah dan berhasil bagi saya. Atas kegagalan pemerintahan dan sistem yang bisa dibilang “bodoh” kami lebih mudah untuk menyelesaikan UN. Mengapa pemerintah yang gagal dan bukan saya yang gagal?
UN pertama yang saya rasakan adalah waktu saya duduk di kelas 9 SMP. Beruntung sewaktu saya kelas 6 SD belum ada kebijakan pemerintah untuk menyelenggarankan UN bagi anak SD. UN pertama saya yaitu UN SMP 2010, yang lebih beruntung dan konyolnya sistem UN pada saat itu yaitu adanya Ujian Perbaikan bagi mereka yang tidak lulus. Ujian utama pun saya lakukan dengan baik dan saya bisa lulus dengan nilai yang lumayan yaitu sekitar 7,3. Namun menyedihkannya masih banyak temanku yang tidak lulus, mungkin hanya 40% yang lulus pada waktu itu. Dan beberapa minggu setelah UN mereka yang tidak lulus pun melakukan Ujian Perbaikan. Dan hasilnya hanya dengan persipan kurang lebih 2 minggu para siswa yang tidak lulus akhirnya bisa LULUS semua di Ujian Perbaikan dan bahkan nilainya jauh lebih tinggi bahkan teman – temanku banyak yang mendapat nilai rata – rata  9. Dan mereka berkata ”beruntungnya kami pada UN kali ini ”. Adil kan ini bagi kami yang sudah lulus Ujian Utama?? Dan siapa yang salah? Jelass.. PEMERINTAH yang salah pada saat itu. Dan pada akhirnya UN 2010 dengan sistem adanya Ujian Perbaikan dihapuskan. Dan kembali dibuat sistem yang baru.
Sistem baru UN ini sampai saat ini masih bertahan hingga sekarang (2014). Saya merasakan sistem UN yang mungkin terbilang adil ini pada UN SMA tahun 2013. Sekilas saya jelaskan mulai UN tahun 2011 menganut sistem 40% nilai sekolah + 60% nilai UN. Saya bilang adil sebab sekolah juga menyumbang nilai untuk menetukan kelulusan. Biarpun adil UN 2013 ini sangat populer dibicarakan di media sebab UN ini mungkin menjadi UN yang paling gagal di Indonesia. UN yang harusnya serempak dilaksanakan pada 15 April 2013 gagal dilaksanakan. Masih ada sekitar 11 provinsi yang pada saat menjelang UN belum mendapat naskah soal dan jawaban dan harus menunda UN hingga 1 minggu atau 2 minggu. Pertanyaan kenapa penyalurannya soal UN bisa gagal? Itulah lucunya pemerintah kita. Suasana UN pun saat itu menjadi kacau di Indonesia. Dan masalah yang langsung saya rasa adalah lembar LJK yang sangat tipis yang UN tahun ini sediakan. Lembar LJK tersebut mudah rusak saat mengahapus jawaban. Termasuk saya dan hampir semua siswa membuat kertas – kertas tersebut terkikis. Sehingga kami tidak takut terhadap tingkat kesulitan soal UN namun kami takut untuk mengitamkan lembar jawaban. Huhhh….. walaupun segelintir masalah UN 2013 sudah kami hadapai akhirnya UN kali ini pun kami lulus 100%. Dan saya berhasil lagi dan pemerintah yang kembaki gagal di UN 2013.

Sekilas tentang UN yang saya rasakan sendiri, saya bukan tidak mau UN dilaksanakan. Namun saya berharap sistem UN harus diperbaiki dan UN harus juga adil dan benar – benar dapat menilai kemampuan siswa. Saya berharap UN 2014 dan UN berikutnya tidak ada lagi kesalahan seperti UN 2010 dan UN 2013. Cukup angkatan kami yang merasakan gagal sistem UN. Dan good luck bagi adik – adik yang nanti akan menghadapi UN. 
christianmaryo christianmaryo Author

Popular Posts

recent posts