Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan
Pulau Sawi : Inilah Wisata Terbaik di Kabupaten Ketapang.
01.08.00
Dari banyak tempat wisata yang saya temukan di Kabupaten Ketapang, wisata Pulau Sawi merupakan tujuan wisata terbaik menurut saya. Mengapa demikian? Keindahan laut dan pesisir pantai yang mengelilingi pulau tersebutlah menjadi alasan utamanya. Menjadi pemandagan yang sangat menarik karena bukan cuma indah, Pulau Sawi merupakah tempat wisata yang paling bersih yang pernah saya temukan di Kabupaten Ketapang. Tak seperti tempat wisata lainnya yang mudah dikunjungi banyak orang, mengunjungi Pulau Sawi dibutuhkan ‘niat’ ekstra. Dan saya pikir itulah mengapa kebersihan di tempat wisata yang satu ini masih sangat terjaga.
Wisata Lereng Kelir : Pilihan Baru Menikmati Keindahan Kabupaten Semarang!
23.12.00
Kabupaten Semarang tak habis - habisnya membuat saya kagum atas keindahan alamnya. Setelah terkenal dengan beberapa spot wisatanya yang ada di kawasan Bandungan dan Kabupaten Ambarawa, beberapa spot wisata juga sedang di kembangkan oleh masyarakat dan pemerintah sekitar. Yupss.. masyarakat dan pemerintah Kabupaten Semarang dan sekitarnya memang terbilang jeli melihat potensi wisata yang ada.
Melepas penat di akhir pekan saya pun mencoba sebuah spot wisata baru yang ada di sekitar Kabupaten Semarang. Tepatnya berada di Kabupaten Ambarawa yaitu Wisata Lereng Kelir. Hanya bermodal info beberapa postingan yang saya temukan di sosial media Instagram. Saya dan teman - teman pun mencoba menjelajah tempat wisata baru ini. Saya berangkat dari Kota Semarang mengunakan sepeda motor dengan waktu temput 90 - 120 menit dengan kecepatan sedang. Hal selalu menarik perhatian saya ketika berpegian ke daerah Ambarawa adalah pemandangan di sepanjang ruas jalan Ambarawa sangat indah. Membuat saya tak pernah bosan memandanginya.
Setelah melewati ruas jalan ini, tak lama kemudian kita akan sampai di kawasan Lereng Kelir. Sebagai informasi jalan di kawasan lereng kelir sedikit curam dan cukup sempit. Disarankan untuk menggunakan kendara motor dengan performa yang baik. Sesampai di camp kita harus membayar tiket sebesar Rp 5000, per orang. Dan perjalanan kita mulai dari sini. Tapi jangan takut selama perjalanan jalur pendakian cukup landai cocok bagi siapa saja untuk mendaki ditempat ini. Selama mendaki kita akan menjumpai warga sekitar yang sedang beraktivitas, wajib bagi kita untuk membalas senyuman ramah dari warga sekitar.
Untuk saya dan teman - teman dapat menghabiskan waktu pendakian selama 1 jam dengan kecepatan yang cukup lambat. Selama perjalanan ke puncak kami disuguhkan pemandangan yang indah dan semakin keatas pemandagan yang disuguhkan semakin luar biasa. Ada beberapa pondok yang menjual jajanan di kearah puncak, seperti pentol bakso (bulat bakso). Sungguh sangat nikmat jika menikmati jajan tersebut saat berada di puncak. Perlu menjadi catatan bagi para pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan di seluruh kawasan Wisata Lereng Kelir. Sebab kawasan ini sangatlah bersih dan itulah salah satu faktor membuat saya kagum dengan tempat wisata ini.
Camp Mawar Ungaran, Camping Tidak Perlu Naik Gunung.
01.44.00
Daerah – daerah wisata mulai dari hotel berbintang, villa,
serta camp sederhana menjadi pilihan bagi beberapa warga untuk melepaskan
kepenatan dari Kota Semarang. Namun bagi beberapa orang camping di puncak
gunung merupakan pilihan yang sangat digemari. Selain murah, berkemah di atas
gunung memiliki pengalaman yang berkesan. Dan yang paling terpenting berkemah
di puncak gunung, pendaki dapat di suguhkan pemandangan yang sangat bagus.
Perayaan Cap Go Meh di Kota Ketapang, Simbol Keharmonisan Antar Suku
19.16.00
Mungkin perayaan Cap Go Meh tidak asing lagi bagi beberapa
masyarakat di Asia Timur temasuk Indonesia. Cap Go Meh merupakan rangkaian
perayaan Tahun Baru Cina atau yang lebih dikenal dengan nama Imlek. Cap Go Meh
yang dirayakan 14 hari perayaan imlek ini merupakan perayaan yang sangat ditunggu
oleh masayarakat Tionghoa di seluruh penjuru dunia, tak heran perayaan ini
sangat meriah dan disebut – sebut sebagai puncak dari imlek.Stop Protes! Waktunya Beri Aksi Nyata Untuk Lingkungan!!!
20.17.00
Bukan cuma
saya, ternyata beberapa teman saya di sosial media akhir – akhir ini
mengutarakan ketidak nyamanan mereka karena mengalami suhu yang sangat panas di
siang hari. Yaaa… Semarang sebagai kota tujuanku merantau, pada 2 bulan
terakhir ini mengalami kenaikan suhu terutama pada siang hari. Hal ini tak
lepas dikarenakan kemarau panjang yang dialami Indonesia pada tahun 2014.
Selain faktor kemarau yang berkepanjangan, banyaknya polusi akibat kendaraan
bermotor serta efek rumah kaca di Semarang juga membuat udara di kota ini sekarang
terasa tidak sehat. Ditambah lagi udara yang sudah lama tidak dibersihkan
akibat sudah lamanya tidak turun hujan di Ibu Kota Jawa Tengah ini. Senasib dengan Semarang, Kota Bekasi akhir –
akhir ini juga menjadi booming media
sosial, bukan karena prestasi kota ini tapi karena suhu panas dan gersang kota
Bekasi malahan menjadi bahan ejekan para Meme
Comic Indonesia.
Tidak bermaksud
untuk mengejek kota besar seperti Semarang dan Bekasi, kota asalku pun
mengalami hal yang sama akibat kemarau yang berkepanjangan ini. Ketapang,
sebuah kota kecil di Kalimantan Barat yang terkenal akan kehijauan hutan
heterogennya juga menjadi sorotan media
nasional karena mengalami ketidak nyamanan akibat kemarau panjang tahun
ini. Kebakaran hutan yang berakibat
kabut asap, kekeringan dan kekurangan pasokan air bersih menjadi masalah utama
di kota Ketapang.
Semakin tahun
masalah lingkungan disekitar kita semakin banyak. Tapi apa yang kita lakukan
selama ini?? Yaa.. mungkin selama ini kita termasuk saya hanya bisa mengeluh,
mengeluh, dan mengeluh di Sosial Media atau mengutarakannya eluhan kita ke
orang terdekat. Apakah dengan mengeluh dan protes sajakan lingkungan kita bisa
terselamatkan?? Pastinya tidak! Cara yang paling gampang adalah dengan mengubah
kebiasaan kecil kita. Buanglah kebiasaan kita yang boros energi dan tidak ramah
lingkungan. Banyak kebiasaan kecil yang dapat menyelamatkan lingkungan, cara –
cara ini dapat teman – teman baca di Kebiasaan - Kebiasaan yang Dapat Menyelamatkan Lingkungan. Mengubah
kebiasaan kecil tersebut memang secara logika tidak akan mempengaruhi bencana
yang besar seperti banjir, longsor, dsb. Tapi perlu diingat alam kita ini
saling berhubungan kebiasaan kecil apa pun akan berpengaruh. Contoh ilustrasinya
sebagai berikut:
Ujian Nasional? Pemerintah Gagal, Saya Berhasil!
12.24.00
Ujian Nasioanal
atau mungkin ada yang menyebut Uji Nyali
adalah test bagi anak – anak kelas 6, 9 , dan 12 untuk menentukan mereka bisa
lulus atau tidak untuk satuan pendidikan yang mereka tempuh. Mengapa di awal
saya bilang UN = Uji Nyali? Kata Uji Nyali tersebut banyak di katakan oleh
siswa – siswi yang takut untuk menghadapi
UN dan mereka yang mungkin belum ada persiapan untuk menghadapi UN.
Saya sudah 2x
merasakan UN, dan UN keduanya gagal bagi pemerintah dan berhasil bagi saya.
Atas kegagalan pemerintahan dan sistem yang bisa dibilang “bodoh” kami lebih mudah untuk menyelesaikan UN. Mengapa pemerintah
yang gagal dan bukan saya yang gagal?
UN pertama yang
saya rasakan adalah waktu saya duduk di kelas 9 SMP. Beruntung sewaktu saya
kelas 6 SD belum ada kebijakan pemerintah untuk menyelenggarankan UN bagi anak
SD. UN pertama saya yaitu UN SMP 2010, yang lebih beruntung dan konyolnya
sistem UN pada saat itu yaitu adanya Ujian Perbaikan bagi mereka yang tidak
lulus. Ujian utama pun saya lakukan dengan baik dan saya bisa lulus dengan
nilai yang lumayan yaitu sekitar 7,3. Namun menyedihkannya masih banyak temanku
yang tidak lulus, mungkin hanya 40% yang lulus pada waktu itu. Dan beberapa
minggu setelah UN mereka yang tidak lulus pun melakukan Ujian Perbaikan. Dan
hasilnya hanya dengan persipan kurang lebih 2 minggu para siswa yang tidak
lulus akhirnya bisa LULUS semua di Ujian Perbaikan dan bahkan nilainya jauh
lebih tinggi bahkan teman – temanku banyak yang mendapat nilai rata – rata 9. Dan mereka berkata ”beruntungnya kami pada
UN kali ini ”. Adil kan ini bagi kami yang sudah lulus Ujian Utama?? Dan siapa
yang salah? Jelass.. PEMERINTAH yang salah pada saat itu. Dan pada akhirnya UN
2010 dengan sistem adanya Ujian Perbaikan dihapuskan. Dan kembali dibuat sistem
yang baru.
Sistem baru UN
ini sampai saat ini masih bertahan hingga sekarang (2014). Saya merasakan
sistem UN yang mungkin terbilang adil ini pada UN SMA tahun 2013. Sekilas saya
jelaskan mulai UN tahun 2011 menganut sistem 40% nilai sekolah + 60% nilai UN.
Saya bilang adil sebab sekolah juga menyumbang nilai untuk menetukan kelulusan.
Biarpun adil UN 2013 ini sangat populer dibicarakan di media sebab UN ini
mungkin menjadi UN yang paling gagal di Indonesia. UN yang harusnya serempak
dilaksanakan pada 15 April 2013 gagal dilaksanakan. Masih ada sekitar 11
provinsi yang pada saat menjelang UN belum mendapat naskah soal dan jawaban dan
harus menunda UN hingga 1 minggu atau 2 minggu. Pertanyaan kenapa penyalurannya
soal UN bisa gagal? Itulah lucunya pemerintah kita. Suasana UN pun saat itu
menjadi kacau di Indonesia. Dan masalah yang langsung saya rasa adalah lembar
LJK yang sangat tipis yang UN tahun ini sediakan. Lembar LJK tersebut mudah
rusak saat mengahapus jawaban. Termasuk saya dan hampir semua siswa membuat
kertas – kertas tersebut terkikis. Sehingga kami
tidak takut terhadap tingkat kesulitan soal UN namun kami takut untuk
mengitamkan lembar jawaban. Huhhh….. walaupun segelintir masalah UN 2013
sudah kami hadapai akhirnya UN kali ini pun kami lulus 100%. Dan saya berhasil
lagi dan pemerintah yang kembaki gagal di UN 2013.
Sekilas tentang
UN yang saya rasakan sendiri, saya bukan tidak mau UN dilaksanakan. Namun saya
berharap sistem UN harus diperbaiki dan UN harus juga adil dan benar – benar dapat
menilai kemampuan siswa. Saya berharap UN 2014 dan UN berikutnya tidak ada lagi
kesalahan seperti UN 2010 dan UN 2013. Cukup angkatan kami yang merasakan gagal
sistem UN. Dan good luck bagi adik – adik yang nanti akan menghadapi UN.